Setelah melalui proses 2 hari (23-24 April 1997) yang melelahkan produksi pun rampung dikerjakan dengan hasil yang memuaskan. Proyek yang naskahnya ditulis di camp19 dan rekamannya dikerjakan dikediaman keluarga Abdul Mutholib (Tholib Bedol) dijalan Brigjend. Zeind Hamid Gg.Bali No.11 Kampung Baru - Medan (depan Kebun Binatang Medan dulu -RED-- kini Suzuya Superstore) tersebut menjadi titik balik dari kreatifitas yang ditangani oleh adysyah yang menggunakan peralatan sederhana mampu dikonversikan menjadi maksimal berupa sdrama parodi dengan sound effect yang biasanya didapat dari studio rekaman besar atau minimal organ tunggal keyboard membuat terkesima para pelaku produksi kala itu yang antara lain Mayanto Prabudi, Fuad R.H, Sofyan Sayudi (ketiganya anggota utama PASKIBRA dari SMK sw PGRI-4), Abdul Afiz, Ramlan, Hendrik Arsita, Hendra dan Tholib serta beberapa penggembira Robi Chandra, Rusdi Sikumbang, Anjas dan Masrul'Kelong' Amri (lebih kurang Mohon maaf).
Akhirnya dideklarasikanlah kelompok parodi tersebut dengan inisial para pengisi suara utama drama parodi musikal yang berjudul 'Legend of Kirana' dengan nama HartA Project tepat dihari perpisahan dibulan Mei 1997, jadi tidak semua yang hadir menjadi tim awal kelompok ini. Sebenarnya inilah awal mula berdirinya kelompok parodi yang kini telah bermetamorfosa menjadi camp19 CREW. Untuk kemudian terus berkembang dan menghasilkan kader-kader pemain drama/parodi yang bermutu. Dan dengan semangat kekeluargaan yang terus dibina HartA Project mampu bertahan dengan memiliki anggota tetap dan telah terasah dengan berbagai kesempatan yang telah diraih. Persahabatan yang didasari oleh semangat kekeluargaan dan saling mengayomi diantara punggawa utama HartA Project (Hendrik, Afiz, Fuad, Tholib, Anto (mayanto), Adysyah dan Tono serta Darma 'Bax0' kepada Tim Sukses (Rika, Fitri, Rini, Dini, Era, Awal, Uun dll) sungguh menjadi moment yang indah untuk dikenang hingga kini dan menjadi contoh impian yang coba dibangun kembali oleh camp19 CREW. Selanjutnya dari ruang kamar kerja camp19 (kediaman adysyah) tertoreh beberapa skenario parodi yang kemudian diproduksi bersama oleh HartA Project antara lain:
1. Legend of Kirana (April 1997)
2. Epilogue Perdjoeangan Bangsa-Koe (EPB-Koe) I
Pilih Mana .. Kompeni ato Nippon? Kami pilih ... MERDEKA!!! (Agustus 1997)
3. Abad 21 S'tengah (Oktober 1998)
4. AMAT (Anakku Malang Anakku Tersayang (Maret 1999)
5. Gita Cinta di Sekolah (Mei 1999)
6. Lupus Anak Sekolahan (Mei 1999)
7. EPB-Koe II : Gerilya!!! (Agustus 1999)
8. Millenianya Lupus (Agustus 1999)
9. New Legend of Kirana (September 1999)
10. Romeo & Juliet (September 1999)
11. Oscar Awardz HartA Project'99 (Oktober 1999)
11. Oscar Awardz HartA Project'99 (Oktober 1999)
12. EPB-Koe III : Mission Impossible (Juli 2000)
13. Dawson's Kreiik (November 200)
14. Nu Gita Cinta di Sekolah Lagi (Mei 2001)
15. Matrix : Jaringan Joendeth (Juni 2001)
16. EPB-Koe IV : Revolusi Pena (Agustus 2001)
13. Dawson's Kreiik (November 200)
14. Nu Gita Cinta di Sekolah Lagi (Mei 2001)
15. Matrix : Jaringan Joendeth (Juni 2001)
16. EPB-Koe IV : Revolusi Pena (Agustus 2001)
Serta mengkoreografi-kan parodi-parodi tersebut diberbagai Instansi, Sekolah (SMK & SMA ERIA, SMAN-2, Harapan 2, SMK Negeri-1, Harapan Mandiri, Al-Wasliyah, Nurul Hasanah dll) serta event baik yang bersifat formil maupun non formil termasuk salah satunya mengisi acara di Taman Budaya Pemprovsu. Namun setiap awalan akan ada akhir tergantung akhir yang bagaimana, happy or sad, maka setelah menggelar darmawisata dan launching dpm Matrix Jaringan Joendeth 2 Juli 2001 diacara Pelantikan Pemuda Pancasila tepatnya dibulan Oktober 2001 HartA Project resmi bubar, meskipun sempat merilis parodi terakhir di awal bulan Agustus yang berjudul EPB-Koe IV : Revolusi Pena.
Kisah tentang HartA Project ini selanjutnya akan dibahas lebih detil dan akurat di edisi khusus HartA Project : Love and Friendship Ever After.
So Don't Miss it !!!

0 komentar:
Posting Komentar