<div style='background-color: none transparent;'></div>

Home » » Base camp19 (1995 - 1997)

Base camp19 (1995 - 1997)

Base camp19 -- 1995
          Inilah nama awal yang digunakan sebagai identitas komunitas atau lebih cocok  disebut grup atau kelompok parodi yang terdiri dari remaja-remaja yang berdomisili di sekitar kota Medan. Awalnya nama ini yang juga tempat tinggal Keluarga Besar orangtua Adysyah dipakai sebagai tempat untuk kreatifitas Adysyah yaitu menulis cerita sekaligus menggambar komik, yang telah dikerjakannya semenjak duduk di kelas II Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta ANGKASA (Lanud Medan) medio 1992. Tapi resminya nama Base camp19 mulai dipakai adalah Mei 1995, saat itu dia menyelesaikan/menamatkan serial komik yang telah digarapnya semenjak SMP tapi sayangnya tak ada dokumen berbekas. Jadi boleh dikatakan awalnya camp19 ini adalah project pribadi Adysyah untuk menyalurkan hobbynya.
Base camp19 --- 1996
          Memasuki era pertengahan tahun 1996 tepatnya dibulan Mei,  beberapa siswa anggota OSIS Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) kini dikenal dengan nama  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI-4 Medan menggelar rapat guna membahas tema serta acara untuk mengisi acara perpisahan siswa-siswi angkatan 1992-1995. Usai rapat sejumlah anggota OSIS kembali membahas acara yang akan ditampilkan kala itu turut terlibat Mayanto P, S. Ady Syahputra, Fuad R. Hamdani, Sofyan Sayudi dan beberapa nama lain memutuskan membuat drama parodi dibalut musik dan direkam dikaset atau lazimnya disebut kabaret. Adapun sebabnya adalah kurangnya kualitas sound yang terdengar apabila dilakukan secara live talk karena aula yang dipakai cukup besar. 
          Ide tersebut diejawantahkan oleh Adysyah, dengan menggunakan perangkat yang kala itu termasuk langka dan mahal akhirnya dimulailah perburuan produksi. Dengan meminjam perangkat Tape Recorder dari Ahmad Yani salah seorang sahabat sepupunya Dayu Marsiki (satu sekolah Mts Al-Wasliyah Mualimin) dan beberapa kaset lagu-lagu (pinjaman) yang menjadi materi parodi maka diproduksilah drama parodi musik pertama yang diberi judul 'Mencontek' dan dikerjakan di Base camp19. Dan dengan kepercayaan diri yang tinggi dimulailah latihan koreografi yang dipandu oleh Mayanto Prabudi dan Sofyan Sayudi serta Adysyah sebagai skrip koreografi selama kurang lebih 1 (satu) minggu . Hasilnya drama tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari audiens karena membawa sesuatu yang baru dan segar karena drama bukanlah sesuatu yang baru (telah ditampilkan ditahun tahun sebelumnya secara teatrikal/fragmen).
          Memasuki Bulan November 1996, kembali OSIS menobatkan drama parodi yang oleh Adysyah dan teman-teman se-genk-nya sebagai drama parodi musikal menjadi menu utama di acara H.U.T. PGRI 1996. Untuk kali ini walau penulisan skenarion naskah dipercayakan kepada Adysyah namun untuk urusan produksi rekaman dikerjakan diluar Base camp19. Hal itu disebabkan tidak adanya fasilitas perangkat maka untuk project kali ini dilakukan diluar yang sempat mengalami beberapa kali pindah tempat. Untuk proses yang kedua ini tim yang memproduksi tergolong solid, awalnya rekaman akan dilakukan dikediaman family Ramlan di Jl. Pangkalan Mashyur (Titi Kuning) Gg. Karya Bersama namun perangkat yang digunakan kurang mendukung walau boleh dikatakan termasuk canggih kala itu.
          Setelah sedikit berembuk akhirnya tim yang terdiri dari SAdysyah, Ramlan, Mayanto, Fuad Rizal Hamdani, Sofyan Sayudi (ketiganya anggota utama PASKIBRA dari SMK PGRI-4), dan Hendrik Arsita memutuskan untuk melakukan rekaman masih dikediaman family Ramlan juga dijalan Brigjend. Katamso simpang Juanda kelurahan Sungai Mati (kini ruko Macan Yaohan - depan Ace Hardware). Dan produksi yang akhirnya dimulai sore pukul 14.00 wib tersebut rampung dikerjakan hingga malam pukul 19.30 wib dengan hasil yang menurut mereka memuaskan karena dari materi lebih baik dari yang pertama serta diberi judul 'Suatu ....(titik-titik) di Sekolah'.  Kemudian setelah melalui latihan koreografi lebih kurang seminggu saat yang dinanti pun tiba untuk menggelar penampilan drama parodi musikal untuk yang kedua kalinya dan hasilnya ..? Lumayan memuaskan audiens, berhubung tema yang diambil masih berkisah tentang sekolah serta masih mencomot beberapa bagian dari drama parodi terdahulu maka kritik pun mulai deras mengalir. Akan tetapi hal tersebut tidak lantas membuat Adysyah Cs berkecil hati malah menjadi cambuk penyemangat untuk membuat yang lebih baik lagi dikemudian hari. 
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2011. camp19CREW . All Rights Reserved
camp19CREW | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by satusisi. Inspire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger