Cowok yang saat ini mengeyam pendidikan di SMK Negeri 7 Medan jurusan akuntansi ini awalnya suka dengan kegiatan komunitas parodi ini karena parodi itu unik, berbeda dari drama yang lain.
Dan akhirnya cowok manis yang senang dengan genre musik poprock dan klasik serta hobby main futsal (football), badminton dan basket ball selain band ini lebih lanjut menyebutkan kalau camp19 merupakan wadah yang tepat untuk menyalurkan bakat dan minat saya dalam berkarya dibidang drama. Dan kemudian menambahkan bahwa camp19 seperti telah menjadi keluarganya sendiri. Lebih lanjut Fahmi sapaan akrabfnya menuturkan selama bergabung banyak hal positif dan menyenangkan yang ia dapat misalkan mendapatkan banyak teman dan kebersamaan sewaktu kumpul-kumpul yang tercipta dalam suasana harmonis selayaknya keluarga antara senior dan juniornya seperti saat berbuka puasa bareng menjadi saat yang tidak akan terlupakan, namun bukan berarti tanpa ada hal yang tidak mengenakan pula namun yang paling membekas diingatannya adalah batal tampil di acara salahsatu radio di kota Medan yang mengambil lokasi di SPBU Petronas Setia Budi karena alasan yang tidak jelas.
Untuk parodiografi Fahmi terbilang cukup tinggi jam terbangnya namun belumlah sehebat para seniornya paparnya merendah, namun totalitas yang ia tunjukan dalam setiap performanya membuat level crew NG berhak disandangnya saat ini, dan inilah parodiografi Fahmi Ramadhan sepanjang keikutsertaannya di komunitas parodi camp19 :
- Kemana? Kemana? 2011
- Mesin Waktu 2011
- Gita Putih Abu-abu 2010
- Kita Selamanya 2010
- Bukan Romeo
- Cindirela dan Sepatu Ikan
Kemudian cowok yang merupakan anak pertama dari 3 (tiga) bersudara serta penikmat
film bergenre horor dan komedi ini juga mengatakan bahwa sosok
yang paling menginspirasinya dalam komunitas ini tak lain adalah mas Ady
(adysyah). Selanjutnya cowok yang saat ini beralamat tinggal dijalan Garu III Gg. Pulai No.48E memiliki harapan agar kiranya
parodi komunitas camp19 semakin solid untuk lebih baik dan bersama akan kita capai langjit tertinggi demi mengejar cita-cita sembari tersipu menutup pembicaraan.

0 komentar:
Posting Komentar