Saat ditanya bagaimana bisa mengenal camp19, cowok yang pernah mengenyam pendidikan di SMK negeri 3 Medan jurusan Analisa, ini lebih lanjut menceritakan bahwa berawal dari ajakan sahabatnya untuk turut membantu project parodi "Danau Toba, I'm in Love" yang. kala itu dikoordinir oleh Muhammad Iqbal Pohan. Setelah terlibat dengan cukup intens dari project tersebut Rivi Hoya sapaan lain cowok ini timbul ketertarikan untuk mengenal lebih jauh kelompok parodi ini. Sahabat yang telah memperkenalkan dunia baru ini tak lain dan bukan adalah Efriandi David. Kemudian cowok yang memiliki cita-cita menjadi orang yang dapat bermanfaat bagi semua orang ini menambahkan dari keterlibatan diproject pertama itulah dirinya semakin tertarik bahkan ingin melebur kedalam kelompok ini.
Mengenal para personilnya satu persatu disetiap pertemuan yang acap kali mereka (camp19CREW) adakan serta cara menyelesaikan serta mencari solusi permasalahan yang boleh dikatakan cukup unik untuk sebuah kelompok parodi merupakan sebuah pengalaman yang berharga. Melhat kekompakkan yang ada membuat cowok yang punya motto masalah tida akan jadi masalah kalau tidak dipermasalahkan ini ingin mendalami camp19CREW lebih jauh disamping ia merasa memiliki jiwa seni yang bisa diekspresikan tentunya.
Lalu cowok yang lahir di Medan, 25 Juli 1986 ini menceritakan hal yang paling berkesan selama bergabung di cap19CREw adalah saat dipercaya menerima trophy penghargaan juara I diajang Honda Fiesta 2010 kategori Festival Parodi dilapangan Merdeka Medan, walau tak pernah sekalipun main diatas panggung (dapat jatah bagian peralatan dan sound). Sebuah pengalaman yang tentunya akan senantiasa ia kenang sampai kapanpun. Namun setiap suka pasti ada dukanya dan kala mendapat pertanyaan hal-hal yang paling tidak menyenangkan selama bergabung di camp19CREW, cowok yang punya kesibukan sebagai terapis totok darah Walet Puti dan sekaligus pemegang sabuk hitam (pendekar utama) setara dengan Dan I dalam karate ini menjawab adalah setiap personil camp19CREw berkumpul untuk membicarakan sesuatu perihal seringkali lari dari pokok permasalahan suatau pembahasan sehingga sering membuang-buang waktu.Namun begitu selalu ada saat dimana akan terasa sangat merindukan kebersamaan camp19CREW dengan segala kekonyolan serta senda gurau, juga kritikan-kritikan pedas yang tujuannya memacu kebersamaan. Terakhir cowok yang pernah menimbah ilmu di MTsN I Medan ini memiliki harapan agar camp19CREW mampu menjadi tim yang lebih solid dan profesional sembari menutup pembicaraan dengan meneguk juice terong belanda favoritnya.

0 komentar:
Posting Komentar