Di November ini adalah bulannya pahlawan bangsa, bagaimana tidak diawal bulan tepatnya tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan atas segala perjuangan serta pengorbanan para pejuang demi mempertahankan kemerdekaan dan gugur sebagai kesuma bangsa kemudian diakhir bulan ini pula tepatnya tanggal 25 November diperingati pula sebagai Hari Guru sang pahlawan pendidikan yang sangat berperan penting dalam mencerdaskan para generasi penerus bangsa ini. Dan seperti yang telah dilakukan seperti tradisi dari tahun ke tahun diberbagai sekolah dari segala tingkatan turut diperingati. Tak terkecuali di SMK Negeri 7 dan SMK PGRI-8 Medan, diperingati pula dalam bentuk apresiasi seni dan kreatifitas para pelajar disamping upacara penaikan bendera yang sebagaimana biasa dilakukan.
Diawali latihan di hari Sabtu dan Minggu yang tak kunjung memperlihatkan hasil yang maksimal karena harus berbenturan dengan kegiatan perlombaan Paskibra dan pertandingan kejuaraan Futsal antar Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan yang juga memaksa tim camp19 CREW harus mengalah untuk mengorbankan waktu latihan di hari Minggu dengan menggeser waktu latihan yang semula hanya Sabtu dan Minggu dengan asumsi agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar bagi para siswa yang terlibat di 'project parodi' (biasanya mereka disebut Anak Parodi) terpaksa dilakukan di hari Senin hingga Rabu 24 November 2010. Tak ayal tongkat estafet kepelatihan diserahkan kepada para siswa senior (New Generation) adapun akhirnya yang dipercayakan memimpin adalah Naomi Natasya. Berikut mereka yang turut mengarahkan para adik-adik kelasnya Rima Harum Cari, Helmi Mukti, Tyara, Koto, Anzha Amalia, Dika, dibantu oleh Asrykha dan Fahmi Ramadhan serta beberapa yang telah masuk daftar Bubbling Rank minus Donny yang sibuk untuk tampil juga tapi dengan performa Bartender Show dan Dede yang tanpa penjelasan untuk kesekian kalinya.
Ditengah kegalauan akan hasil yang akan jauh dari harapan Aris Franata (salah satu personil camp19 CREW) datang membantu guna menyelesaikan tanggungjawab yang dibebankan padanya. Namun begitu pun tak kunjung menyelesaikan persoalan yang ada, performa anak-anak tak kunjung menunjukkan kenaikan yang signifikan,. Dari hari Senin hingga Selasa masih terjadi perubahan peran minus Tama (Verry Pratama/tim senior) yang sibuk bekerja namun berjanji mampu dan bisa menunjukan performa terbaik saat pertunjukan. Penampilan anak-anak parodi junior kala latihan walau telah dikolaborasikan dengan senior (New Generation) tetap tidak mampu mengatrol mental dari para junior. Begitu pula yang dirasakan oleh para camp19 CREW yang berhalangan hadir karena kesibukan masing-masing tak terkecuali Adysyah.
Dan benar saja, Rabu itu menjadi hari paling galau bagi Aris Franata hingga Adysyah datang disusul pula oleh Ardiansyah sore itu, bagaimana tidak anak-anak parodi sebelumnya sibuk dengan urusan pribadi mereka sendiri hingga lupa bahwa mereka juga punya tanggungjawab atas keutuhan tim tidak terkecuali anak-anak senior yang masih tak mampu menjadi contoh bagi adik-adik juniornya (Aris menyebutnya "Ng-efek"). Setelah memotivasi mental seluruh anak-anak parodi maka latihan pun dilanjutkan kembali. Dibawah gertakan tetesan hujan serta awan kelam seluruh anak-anak parodi yang terlibat serta yang mendukung penuh larut dalam latihan penuh semangat yang membara untuk bisa memberikan yang terbaik di HUT Guru nanti dan ditutup dengan gladiresik.
Adapun jumlah pemain yang diusung dalam drama parodi musikal kali ini merupakan yang terbanyak (40 org) sejak 2008 (Romie & Yulie) yang bukan edisi perjuangan tahun 1998 ( Epilogue Perdjoengan Bagsa-Koe I : Pilih Mana? Kompeni ato Nippon... Kami Pilih Merdeka!!! sebanyak 55 org ditambah pasukan Paskibra). Hujan deras yang mengguyur kota Medan sedari dini hari membuat sedikit kecewa dihati para awak parodi, bayangan gagal tampil tampak didepan mata dan akhirnya yang dinanti pun tiba saat hujan redah pada pukul 9 pagi. Setelah upacara selesai dan beberapa acara seremonial usai akhirnya waktunya untuk pertunjukan drama parodi musikal yang kali ini mengambil judul Gita Putih Abu-Abu (september 2010) yang merupakan remake Doa Guru Harapan Guru 2001. Hasilnya? Cukup memuaskan walaupun setelah dilihat dalam tayangan ulang melalui handycam tampak masih kurang memenuhi harapan para pelatih koreografi. Namun audiens tampak puas dengan hiburan yang telah dipersembahkan oleh anak-anak parodi serta dukungan penuh juga saran dan atas penampilan mereka seperti yang ditunjukan oleh salah satu dewan guru yang mengajar sebut saja Pak Rudy Siringo ringo dan Pak Kartika Candra Ginting. Adapun tim camp19 CREW yang hadir pada hari penampilan anak-anak parodi tersebut antara lain Aris Franata, Efriandi David, M. Iqbal Pohan, Ardiansyah serta Ginda Rivi Linaldi dan Ika Putri Oktaviani, sementara Adysyah meskipun tidak hadir namun tetap memantau melalui jaringan telepon.


0 komentar:
Posting Komentar