Setelah bergembira menyambut kemenangan bagi umat Islam diseluruh penjuru dunia yang merayakan Idul Fitri 1431 H yang jatuh dibulan September 2010 pada penanggalan masehi, kini kita memasuki bulan baru dan tentu saja untuk blog camp19 CREW selayaknyalah memilih serta mendapuk PIC of D'Month untuk bulan Oktober. Dan akhirnya dewan redaksi memilih salah satu personil yang telah memulai debut sejak tahun 2001 dan telah menyumbangkan tenaga dan fikiran serta tetap eksis hingga kini, dan pilihan tersebut jatuh pada EFRIANDI DAVID.
Cowok lulusan SMK PGRI-8 Medan tahun 2004 ini tidak dapat dilepaskan dari dunia parodi dan tentu saja perjalanan camp19 CREW hingga saat ini, bagaimana tidak telah sebanyak 12 judul drama parodi musikal yang telah dimainkannya dan juga sempat tergabung dalam kelompok parodi Harta Project walau hanya berusia beberapa bulan saja di medio July 2001 sebelum akhirnya bubar pada Oktober 2001. Walaupun begitu cowok yang doyan makanan apa saja yang penting halal ini dapat diacungi jempol untuk setiap performanya, dimana ia selalu berusaha untuk dapat tampil maksimal dalam setiap penampilannya sesuai arahan sutradara koreographi baik dalam latihan maupun saat pementasan.
Bahkan walau sempat mencari petualangan hidup di negeri jiran Malaysia selama beberapa waktu, cowok yang menyukai warna favorit merah serta mengakui rada susah untuk menahan emosi ini tetap berusaha memajukan kelompok parodi ini.
Berikut parodiographi yang telah diperankannya sejak tahun 2001 hingga kini antara lain:
1. Revolusi Pena (2001) sebagai figuran
2. MATRIX : Jaringan Joendeth (2001) sebagai kakek
3. Arjuna Lagi Mencari Cinta (2002) sebagai Penyihir Harry Potter
4. EPB-Koe II : Gerilya!/Janoer Koening (2002) sebagai Kopral
5. Betty La Yeaah! (2002) sebagai Hugo
6. Romie & Yulie (2003) sebagai Romie
7. Merdeka! (2003)
8. campy Awardz (2004) sebagai Tarzan
9. F4 (efse) Meteor Gorden (2004) sebagai Siemen
10. Revolusi Pena (2005) kebagian peran juga setelah menjadi alumnus SMK PGRI-8
11. Hitam Poetih (2005) sebagai Miten diacara Special Mas Adysyah
12. Cindirela & Sepatu Ikan (2005) di Asrama Haji sebagai Dukun
13. Romie & Yulie (2006) di Mariendal
14. Hafizah Apa AdaNya? (2009) sebagai Tuyul di resepsi Khairul Fuadi (adik Kak Fuad)
di Mariendal.
Lebih lanjut cowok libra kelahiran Pekan Baru, 7 Oktober 1986 silam ini bercerita kalau saat-saat paling berkesan adalah saat awal mula harus jadi pengajar parodi bertema perjuangan pula dengan judul GERILYA tahun 2003. Bagaimana tidak bingung lanjutnya kala pertama kali harus menangani parodi secara dadakan dengan tema perjuangan. Karena tema perjuangan biasanya dimainkan pada peringatan H.U.T. Republik Indonesia dan dikerjakan secara kolosal dengan melibatkan puluhan pemain dan figuran karena arena pagelarannya bukanlah panggung melainkan lapangan upacara sekolah dan kebetulan saat itu para kakak senior diantaranya Mas Adysyah dan Mayanto Prabudi pada sibuk kerja dan tak satupun yang memiliki waktu luang sementara saat itu David panggilan akrabnya masih bersekolah dan masih minim pengetahuan untuk mengatur dalam jumlah besar. " Ada pengalaman unik waktu setiap ada event parodi, pasti jadi ajang buat cari baju baru untuk dipakai saat penampilan", tambah cowok yang paling jijik sama tikus ini.
Selain itu ada juga pengalaman lucu saat pertama kali diminta untuk mengisi suara tokoh karakter, saat disodori skrip skenario naskah dan mikropon, sedari awal mulai "Take" pertama hingga sampai Mas Adysyah menyatakan rekaman selesai, tak satu patah kalimat pun yang bisa keluar dari mulutnya selain hanya senyum serta tawa, sungguh suatu pengalaman unik yang menggelikan hingga kini bila mengingat masa-masa itu ujarnya. Kemudian cowok yang hobby berolah raga tapi kini lebih banyak malasnya kecuali Badminton dan Sepak Bola tetap berkomitmen untuk senantiasa memajukan kelompok yang telah dibangunnya sejak tahun 2002 silam dan kini telah berusia sewindu bersama teman-teman yang juga tergabung dikelompok ini, karena ini adalah kerja tim bukan individualistis jadi kerjasama serta kekompakan lebih diutamakan seraya menutup perbincangan.


0 komentar:
Posting Komentar