<div style='background-color: none transparent;'></div>

Home » » HONDA FIESTA 2010 "Ajang Asah Kreatifitas Parodi serta Eksistensi camp19CREW"

HONDA FIESTA 2010 "Ajang Asah Kreatifitas Parodi serta Eksistensi camp19CREW"

          Minggu Pagi, dibulan Oktober 2010 tepatnya tanggal 10 dan tepat jam 10 pagi menjadi ajang pembuktian diri dari seluruh anggota tim parodi camp19CREW
Event besar yang diselenggara kan oleh salah satu brand serta produsen motor paling terkenal di Indonesia HONDA menggelar acara HONDA FIESTA 2010. Event terbesar dibulan Oktober 2010 ini digelar dengan berbagai ajang adu kreatifitas dan talenta masyarakat kota Medan mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Beragamnya acara yang diselenggarakan selama dua hari sejak hari Sabtu,9 Oktober cukup menarik animo masyarakat kota Medan. Acara yang dilangsungkan di Lapangan Merdeka Medan ini disemarakkan dengan beragam kegiatan menarik yang berkaitan dengan angka 10 tentunya, antara lain 10 Kids Fiesta, 10 Teen Fiesta, dan 10 Motor terbaru di 2010. 
          Dan camp19 CREW melalui salah seorang yang paling rajin memberi masukan dan dorongan semangat walau secara harfiah tidak bergabung namun pada kenyataannya termasuk salah seorang yang cukup mengkritisi situasi dan keadaan serta kemajuan camp19 CREW hingga sejauh ini adalah Prabu (namun anak-anak camp19 CREW memanggilnya Mas Anto) dimana tujuannya agar anak-anak camp19 dapat menunjukkan talenta yang dimiliki sekaligus membuktikan eksistensi camp19 CREW yang tahun ini berusia sewindu sebagaimana yang dahulu pernah ia lakukan untuk Harta Project (kelompok parodi yang juga dibesarkannya bersama Adysyah). Setelah gagal tampil di acara Fun Walk High School di Deli Plaza dikarenakan jadwal acara yang padat sehingga hanya mendapat kesempatan durasi 10 menit untuk tampil yang membuat Prabu (Mayanto) dan camp19 CREW memilih untuk mengundurkan diri dari acara tersebut, Prabu setelah sebelumnya membaca iklan Honda Fiesta disalah satu baliho dikota Medan ini mencoba mencari informasi lebih lanjut mengenai acara tersebut. 
          Setelah mendapatkan informasi serta memastikan segala sesuatunya, akhirnya camp19 CREW mendapat kesempatan untuk ikut terlibat di acara tersebut namun bukan sebagai pengisi acara melainkan ikut menjadi peserta acara Festival Parodi. Bagi Prabu (Myanto) dan Adysyah serta beberapa pentolan utama camp19 CREW hal tersebut bukanlah suatu masalah karena target yang diusung bukanlah mencari kemenangan melainkan memberikan tambahan jam terbang dan pengalaman bermain di sebuah event besar bagi para generasi muda camp19 CREW yang terpilih di Otober 2010 ini. Kegembiraan semakin bertambah karena panitia meminta camp19 CREW untuk dapat mengirimkan 2 (dua) wakil sekaligus diajang kompetisi festival parodi yang digelar oleh HONDA tersebut.
Foto : Penyerahan hadiah kepada para pemenang
          Demi menjaga regenerasi parodi camp19 CREW mendapuk siswa-siswi SMK Negeri 7 dan SMK sw PGRI 8 Medan tempat dimana mereka mengajar dan juga sebagian para personil camp19 CREW adalah alumni dari kedua sekolah tersebut untuk berkolaborasi menjadi satu tim. Sebelumnya Prabu (Mayanto) mendaftarkan diri dengan nama camp19 CREW dan SMK Negeri 7 & SMK sw PGRI 8 Medan, Hal itu dilakukan demi menjaga keharmonisan dan kekompakan siswa yang berasal dari kedua sekolah tersebut agar tetap solid. Namun ternyata pada hari pelaksanaan kala daftar ulang, panitia keberatan dengan penggunaan 2 (dua) nama sekolah dan meminta untuk mengganti nama sekolah tersebut menjadi nama sebuah kelompok. Akhirnya melalui Muhammad Iqbal Pohan dan Dedi 'BD' Iskandar kemudian mendaftar ulang dan mengganti nama kedua sekolah tersebut dengan nama satusisi production yang tidak lain dan bukan adalah nama divisi lain dari komunitas parodi camp19. Setelah 2 (dua) hari sebelum pagelaran memilih parodi yang akan dimainkan akhirnya memutuskan untuk menampilkan parodi yang telah melalui latihan 4 kali yakni 'GITA PUTIH ABU-ABU', untuk tetap dibawa oleh tim I camp19 CREW dan tim II yang menggunakan nama satusisi production memainkan parodi yang telah berusia 12 tahun dan selalu sukses bila ditampilkan yaitu 'CINDIRELA dan SEPATU IKAN'.  Setiap kegiatan harus ada strateginya walau pun targetnya hanya tampil bagus dan maksimal paling tidak meminimalisir kekurangan yang ada mengingat latihan yang minim hanya satu hari untuk tim II. Maka Adysyah berinisiatif mengkolaborasikan-lah beberapa personil camp19 CREW dengan para wajah baru binaan mereka dengan harapan mampu meng-kover kekurangan yang ada pada para pemain-pemain baru.
Foto : Ginda Rivi Hoya mewakili camp19 CREW (paling kanan) sebagai juara I
serta Koto mewakili camp19 CREW(Grup II) (tengah memegang piala) sebagai juara II

        Dan ditangan dingin dan motivasi tinggi dari Adysyah dan Prabu (antomay) bersama para Laskar camp19 CREW memantapkan diri untuk tampil maksimal walau tak dapat dipungkiri untuk awak CREW yang baru pertama kali tampil di sebuah event besar yang ditonton oleh ratusan bahkan ribuan orang tidak lepas dari rasa nervous yang besar. Waktu yang dinanti pun tiba, setelah penampilan peserta Cheersleader dan penampilan para kontestan rapper akhirnya peserta pertama parodi tampil dari teater ESTE.... (penulis tidak begitu jelas lafaz namanya). Melihat penampilan peserta pertama tersebut membuat Adysyah yang memimpin tim hari itu memotivasi serta menenangkan anggota tim bahwa peserta pertama masih dapat diatasi bila seluruh anggota tim melakukan sesuai dengan instruksi yang diberikan saat latihan sembari tetap mengingatkan bahwa duo kreator (Adysyah & Prabu/Mayanto) tidak membebani target apapun melainkan mampu tampil sesuai dengan arahan yang telah diberikan.           
          Akhirnya giliran camp19 CREW untuk tampil pun tiba dengan menampilkan drama parodi GITA PUTIH ABU ABU yang naskahnya ditulis oleh Adysyah bareng Prabu (Mayanto) dan syukurnya selama cerita parodi bergulir mereka mampu meredam nervous yang melanda dan menunjukkan permainan apik sehingga menenangkan adysyah yang bertanggungjawab penuh akan performa tim di Minggu pagi tersebut. Namun kompetisi tetaplah kompetisi walau tidak menargetkan kemenangan namun seluruh tim berharap mampu mencuri perhatian dewan juri mengingat lawan-lawan yang bertanding juga menunjukan performa bagus serta didukung oleh nama-nama besar yang sedikit membuat tim parodi ini sedikit gentar. Namun rasa optimisme semakin memuncak untuk mendapatkan satu tempat peringkat setelah peserta berikutnya jika penulis tidak salah perwakilan dari Sekolah Harapan Mandiri (salah satu sekolah yang memiliki extra kurikuler teater dan rutin menyambangi taman budaya) menunjukkan permainan mereka yang menurut adysyah secara audio visual masih mampu untuk diimbangi oleh anak-anak muda camp19 CREW terutama tim II yang memainkan drama parodi CINDIRELA dan SEPATU IKAN serta memakai nama satusisi, dan benar saja, meskipun terdapat beberapa kesalahan mendasar yang dilakukan oleh para junior yang direkrut secara acak tersebut dibeberapa segmen namun masih dapat ditutupi dengan penampilan maksimal dari beberapa pentolan camp19 CREW yang diplot untuk mengurangi kerancuan seperti yang sudah dapat ditebak dari semula oleh Adysyah dan Prabu (Antomay). 
          Selanjutnya setelah penampilan tim II diputuskan untuk memulangkan para anggota tim yang telah berjibaku dengan teriknya matahari sedari pagi hingga sore hari dan selanjutnya menyisakan beberapa personil camp19 CREW untuk melihat penampilan dari peserta parodi lainnya yang mendapat giliran selanjutnya serta untuk menanti pengumuman yang juga akan gelar malam hari itu juga setelah kompetisi usai dan sebelum penampilan bintang tamu di acara HONDA FIESTA 2010, Vierra. Harapan dan keyakinan menjadi tipis dan seolah menjadi keangkuhan kala mulai pengumuman pemenang dari beragam event yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari tersebut satu persatu dibacakan. Optimisme tinggi yang diusung sejak pagi hari kian terasa saat mulai merujuk siapa yang menjadi wakil penerima tropi apabila salah satu wakil mendapat peringkat bukan terlalu sombong dalam keyakinan namun aura tersebut telah dirasakan sejak awal ajang festival parodi ini dimulai. 
          Saat-saat mendebarkan menyelimuti jiwa para pentolan camp19 CREW dan official yang hadir malam itu guna mendengar keputusan dewan juri antara lain Adysyah, Prabu (Mayanto), Ramadan'Baxo'Surya Darma, Muhammad Iqbal Pohan, Aris Franata, Dedi'BD' Iskandar, Ginda'Rivi'Hoya, Ali, Koto, Dede, Tyara dan beberapa orang lainnya sontak pecah menjadi kegembiraan yang penuh histeris. Bagaimana tidak Juara I dan II kategori Festival Parodi berhasil disandingkan camp19 CREW dengan drama parodi GITA PUTIH ABU-ABU menjadi juara I sementara untuk runner-up terpilih drama parodi CINDIRELA dan SEPATU IKAN disusul tempat ketiga oleh teater ESTE... yang menampilkan parodi dengan tema perjuangan. Akhirnya malam itu menjadi Minggu malam paling membahagiakan bagi seluruh tim terutama bagi duo kreator Adysyah dan Prabu (MayAnto), inilah bukti nyata ketangguhan serta eksistensi mereka selama berkecimpung di dunia parodi yang telah digeluti selama 16 tahun, terutama bagi Adysyah yang tak pernah berhenti menulis skenario, merekam dan meng-koreografi-kannya sejak pertama kali merilis parodi di medio akhir tahun 1994. Bukan berarti selama ini camp19 CREW minim prestasi, namun pengakuan publik melalui event akbar yang diselenggarakan di kota Medan oleh sebuah brand Nasional bahkan Internasional HONDA dengan tagline baru ONE HEART inilah sebenarnya yang selama ini mereka cari untuk membuktikan bahwa inilah hasil nyata kreatifitas mereka yang bukan sekedar bualan ataupun isapan jempol belaka, perjalanan panjang selama 16 tahun yang berbuah sangat manis. Bagi senior camp19 CREW moment indah ini juga menjadi bukti ketangguhan mereka yang tanpa kenal lelah untuk terus belajar menjadi yang terbaik dan juga membuktikan mampu membayar kepercayaan yang telah diberikan oleh duo kreator bahwa mereka mampu mencari bibit-bibit baru, potensi-potensi baru yang dapat menjadi darah segar dalam perjalanan dan eksistensi camp19 CREW untuk lepas dari bayang-bayang Harta Project. Tak lupa pula bagi para New Generation camp19 CREW yang baru saja terpilih menjadi bukti nyata akan kesungguhan dan kekompakan yang mereka ikrarkan bersama para senior bahwa mereka juga layak menjadi bagian terbaik dan terindah dari perjalanan camp19 CREW kini dan selanjutnya. So, are you ready for the next challenge and battle of parodi? 

Berikut foto-foto dari lokasi Event (Klik pada foto untuk tampilan Full View)
GITA PUTIH ABU ABU team (Klik pada foto untuk Full View)
 Ki-ka : (unknown)-Fahmi-Aris-Naomi-Dian-Anzha-Dika-Ela-Adysyah-Helmi-EDavid-Rima-Donny-Ika-Dede
CINDIRELA dan SEPATU IKAN team (Klik pada foto untuk Full View) 
Ki-ka : Annisa-Roy-Dika-Name-Koto-Ikhna-Febby-Lia-Tama-BD-Tyara-Ruri-Dian-Iqbal-Desi-Dewi-Fitri-Nia-Desi-Intan
Live performed GITA PUTIH ABU ABU (Klik pada foto untuk tampilan Full View)
Ki-ka : Name - Dede - Ela - E.David - Naomi - Aris - Rima - Helmi - Fahmi - Ika PO - Andhika - Anzha - Donni
Live Performed CINDIRELA dan SEPATU IKAN (Klik pada foto untuk tampilan Full View)

Ki-ka : Name - Febby - Dewi - Aisyah - Iqbal - Roy - Dian (Bawah) - BD - Tama - Ikhna - Lia - Tyara - Koto
WE ARE THE CHAMPIONS  (klik pada foto untuk tampilan Full View)
Ki-Ka: Rivi Hoya - Tyara - Dian - Dede - Dedi'BD' - Koto - Andhika - Iqbal - Adysyah - Baxo - Fahmi - Mayanto 'Prabu' - Aris  

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2011. camp19CREW . All Rights Reserved
camp19CREW | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by satusisi. Inspire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger