Mengenal parodi semenjak duduk dibangku sekolah itulah yang membuat cowok dengan julukan "The Slimmer" ini seolah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari camp19 CREW, bagaimana tidak semenjak lulus sekolah sedari tahun 2005 hingga kini (2010) berbagai daya upaya telah dicobanya untuk mewujudkan impian membangun camp19 CREW menjadi suatu komunitas parodi paling eksis dikota Medan. Bersama teman-teman yang solid digrup ini, cowok kelahiran 25 April 1987 ini mencoba bertahan dan menghalau segala aral yang seolah menerpa tiada henti dan menghalangi tiap jejak yang coba ditapaki menuju puncak impian. Saat ditanya hal yang paling menyenangkan diparodi selama ini, Aris pun menjawab dengan senyum tipisnya,"Di parodi itu aku bisa dapat pacar", kemudian menambahkan,"Bisa belajar jadi pemimpin serta yang paling penting.., bisa jadi panutan semua orang".
Tak banyak yang redaksi bisa kutip dari wawancara dengan cowok yang punya motto hidup : Tersenyumlah walau hatimu sedang terluka, tapi hal yang paling membanggakannya adalah bisa sama-sama mengajar dan belajar dalam segala hal khususnya parodi serta di camp19 CREW itu seolah semua sudah seperti saudara walaupun diakuinya masih tetap ada kekurangan pada diri masing-masing personil yang belum tercurahkan seluruhnya. Lebih lanjut dia juga menghaturkan ribuan terima kasih kepada para senior-seniornya kala dulu merekrutnya untuk masuk kedalam parodi dan menyuntikan virus tersebut hingga menjadi darah daging dalam setiap gerak langkah dan nafasnya. "Mereka diantaranya Kak Indah Winarni (Indah Gembung), kak Fitri-ku yang cantik, Yudi Ganjang dan Deni cagor (bukan cagur)". Dan tak lupa terselip permohonan maaf kepada seluruh anggota parodi CREWsetia dan camp19 CREW Junior dan Senior termasuk para Dewan Syuroan (julukan untuk para dedengkot serta legenda hidup camp19).
Walau tak banyak yang diutarakan dan ditorehkannya namun seolah Aris Franata 'The Slimmer' ingin berkata saatku akan tiba, berat langkah dan hatiku untuk melepaskan semua yang telah kulalui bersama kalian (all camp19 crew) mungkin ada luka, mungkin ada sakit yang belum berbalas maaf tulus namun jauh direlung hatinya yang paling dalam tak ingin berpisah walau dalam keadaan apapun terlebih mungkin ada yang merasa terluka karena menjadi bagian dari camp19 CREW adalah hal terbesar didalam hidupku dan sebenarnya tak ingin mengecewakan, semoga ini selamanya dan terima kasih untuk semua yang telah diberikan kepadaku ucapnya mengakhiri pembicaraan yang masih diselimuti tanda tanya. 
0 komentar:
Posting Komentar