<div style='background-color: none transparent;'></div>

Home » » The HiStory of

The HiStory of


          Pada mulanya camp19 bukanlah nama yang sengaja dibuat untuk grup atau komunitas parodi ini melainkan nama ini dibuat untuk menamakan project (guna menyalurkan hobby-nya) yang selalu dikerjakan oleh Adysyah dikediaman orang tuanya saat masih duduk dibangku kelas 1 SMK (Sekolah Menengah Kejeuruan) Ekonomi saat itu masih bernama SMEA pada Mei 1995. Kreatifitas yang tercipta oleh nya beragam namun yang menjadi cikal bakal nama grup ini bermula pada Mei 2002. Adapun pemilihan nama "camp19" bukan tanpa alasan, adalah mengambil tempat tinggal sang pendiri yang kebetulan bernomor 19 dan karena teman-teman khususnya sekolah yang seangkatan dengannya sering berkumpul dikamar berukuran 3x3 tersebut maka diputuskan menggunakan kata camp selain lebih 'catching' dengan usia saat itu yang remaja beranjak dewasa. 
          Perjalanan camp19 terangkat keluar berawal saat kelompok parodi HartA Project yang digawanginya semenjak masa sekolah harus bubar karena sudah tidak sesuai dan satu visi lagi pada Oktober 2001. Sementara kerjasama dengan pihak OSIS masih terus berjalan kendati eks punggawa Harta Project telah sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Adalah 2 Mei 2002 saat kreatifitas adysyah yang kembali berhasrat untuk mempersembahkan yang terbaik sembari membuktikan diri bahwa dia mampu berjalan dengan tegak walau tanpa rekan-rekan kompatriotnya di HartA Project maka terciptalah skenario parodi ARJUNA Lagi Mencari Cinta yang kemudian rilis pada 24 Mei 2002 diacara perpisahan siswa/siswi SMK sw PGRI 8 Medan. Dan untuk kali pertamanya narasi yang menerangkan kata camp19 berkumandang diruang Aula SMK Negeri 7 Medan tempat penyelenggaraan acara tersebut. Dan drama parodi musikal bertajuk ARJUNA Lagi Mencari Cinta ini mendapat sambutan positif yang luar biasa dari para audiens yang kala itu memadati ruang aula tempat penyelenggaraan acara saat drama parodi musikal ini tampil dan hal ini buah kerja darai para personil panitia perpisahan/penyelenggara yang termasuk kumpulan orang-orang yang memiliki jaringan pertemanan yang cukup baik dengan siswa dari sekolah lain, tercatat mereka mengundang OSIS SMK Negeri 1, SMK/SMA YPK, SMA ERIA, STM Negeri 1 (sekarang SMK Negeri 2) serta SMK Negeri 7 Medan
          Dan sejak saat itu camp19 selalu menjadi grup yang senantiasa tampil mengisi acara diberbagai kegiatan yang sebelumnya menjadi lahan yang dikerjakan oleh Harta Project. Di sela kesibukannya bekerja Adysyah sang motor pun tetap dibanjiri oleh ide-ide baru guna ditorehkan menjadi sebuah naskah drama parodi dan terciptalah karya serial parodi perjuangannya yang kelima dan yang pertama usai membentuk grup baru dengan judul MERDEKA!!! (2003). Ada satu nama yang sejak grup ini dibentuk selalu menemani setiap langkah Adysyah bahkan hingga kini, sosok tersebut tidak lain adalah Efriandi David yang sempat tergabung bersama komunitas Harta Project walau tidak lama. Bersamanya mereka berdua mengembangkan camp19 menjadi tetap eksis dengan merilis sebuah parodi lagi yang bertema religi yang diberi judul dan Hitam-PoetiH (November 2004). Sejak awal terbentuk camp19 hanya terdiri dari duo Adysyah dan Efriandi David dan tidak memiliki anggota tetap atau orang-orang yang tetap menggawangi grup ini melainkan hanya sebagai 'side job' dari kesibukan mereka selama ini atau sebagai kegiatan hobi yang dikerjakan bila ada waktu dan ingin. 
          Sebelumnya pada awal tahun 2004 TriBoY julukan untuk 3 (tiga) cowok yang senantiasa bersama yakni Efriandi David, Dedi Iskandar, Aris Franata (alumni SMK PGRI 8 Medan) menyambangi kediaman adysyah (basecamp camp19) dan meminta izin untuk terlibat menangani seluruh kegiatan parodi yang selama ini dikerjakan olehnya dan hal tersebut disambut positif oleh adysyah dengan memberikan izin penuh serta mendukung keinginan mereka bertiga sekaligus mengabulkan permintaan mereka untuk pertama kali menggunakan nama camp19KRU.
           Yang kemudian merilis 2 (dua) parodi pada Mei 2005 yakni drama parodi musikal eFSe' Meteor Gorden dan campy Awardz serta menandai pula mundurnya adysyah dari kegiatan mengajar koreografi dan lebih berkonsentrasi pada skenario kemudian tongkat estafet berlanjut kepada 3 (tiga) pendekar sebagai suksesornya. Selanjutnya medio 2006 dapat dikatakan menjadi tolok ukur baru perjalanan camp19 yang menambahkan kata KRU dibelakangnya dengan mulai terlibat lagi membidani parodi untuk SMK Negeri 7 dan terbukti sukses hingga berlanjut. 
          Kemudian pada tahun 2007 kata KRU diubah menjadi CREW (hingga kini) dan dikukuhkan pada 12 Mei 2007 dengan ditandai masuknya darah muda lulusan SMK Negeri 7 Medan yakni Muhammad Iqbal Pohan. Ekspektasi tinggi yang diharap sempat membuat tim ini sumringah bahagia ditambah lagi keahlian M. Iqbal Pohan yang bila diasah akan mampu menggantikan posisi adysyah malah lebih, hal ini disebabkan skill bermusik yang dimilikinya menjadi nilai plus disamping mampu mengoperasikan perangkat komputer dan lainnya yang selama ini ditangani oleh adysyah. Beberapa waktu berselang tepatnya ditahun 2008 camp19 CREW mampu menyambangi Akademi Pariwisata Medan dan menjadi mentor tetap parodi disana untuk salahsatu kelompok/bagian/jurusan disana. Perlahan tapi pasti kegiatan camp19 mulai bergeser ke pundak Muhammad Iqbal Pohan, dan medio 2008 salah satu jurusan di Akademi Pariwisata Medan mempercayakan tongkat pengarahan kegiatan drama parodi (mereka menyebut kabaret) kepada camp19 dan karena kegiatan mereka ini bersifat kompetisi maka kemenangan menjadi ganjaran wajib yang harus dipersembahkan. Dan suka duka yang mengiringi kerjasama selama lima tahun ini cukup beragam namun tetap dalam koridor positif dengan mempersembahkan 2 gelar juara, dan 2 runner-up selama membidani parodi di Akademi Pariwisata Medan jurusan TNT/MUP. 
          Namun target besar untuk dapat eksis di kota Medan masih belum terealisasi dan hal ini yang membuat Adysyah kembali masuk bergabung (2009) kedalam kelompok ini diikuti oleh Ardiansyah (eks-Harta Project dan SMK PGRI 8 Medan) dan setahun berikutnya Fitria 'Kopit' Susanti (eks-SMA Negeri 2 Medan). Untuk nama terakhir hanya mampu bertahan setahun dan mengundurkan diri menjadi anggota tetap karena kesibukannya pada pekerjaan yang menyita waktu namun tetap bersedia membantu camp19CREW kapan pun. Bekerjasama dengan Mayanto Prabudi salahsatu kompatriot adysyah di Harta Project akhirnya kesempatan yang dinanti pun tiba di Oktober 2010, untuk kali pertama kompetisi Parodi digelar oleh EO Honda wilayah Sumatera Utara (Medan) bersama dengan kegiatan lainnya. 
          Event yang bertajuk Honda Fiesta tersebut menggelar satu kategori festival parodi dan diikuti oleh beberapa kelompok parodi yang berasal dari beberapa sekolah di kota Medan. Dan akhirnya gelar juara I dan kedua diraih oleh camp19CREW yang mengirimkan 2 tim yakni tim yang membawa parodi GITA PUTIH ABU-ABU serta CINDIRELA DAN SEPATU IKAN. Setahun berikutnya pada Juni 2011 kembali camp19CREW ikut berpartisipasi di acara yang digelar oleh EO Honda kembali kali ini bertajuk Launching Spacy smile contest kategori parodi dan kembali diganjar dengan prestasi yang lebih lagi dengan menyabet gelar juara I, juara II dan Juara III dan yang lebih mengagumkan lagi untuk perengkuh juara ketiga (parodi D'Maling) mempertunjukkan kebolehannya sesaat sebelum bintang tamu D'Bagindas tampil menghibur para penonton yang memadati lapangan parkir Plaza Medan Fair malam itu.
          Sungguh sebuah raihan prestasi yang cukup membanggakan dan masih berlanjut di akhir tahun 2011 tepatnya 2 - 4 November 2011 dimana kali ini kembali gelar juara I dan juara II diraih diajang 50th Bank SUMUT, sebuah prestasi berantai yang seolah tanpa putus dan dapat dikatakan periode 2010 - 2011 merupakan masa emas kelompok parodi ini komplit dengan talenta yang dimiliki pada saat itu. Sebenarnya untuk sebuah grup parodi yang anggotanya senantiasa berubah-ubah secara tidak konstan raihan ini merupakan keberhasilan yang tiada tara dismaping eksistensinya sebagai salahsatu komunitas seni turut diakui dengan diikut sertakannya kelompok parodi ini diajang KOMPAS KAMPUS di Politeknik Negeri Medan (guest star: Petra Sihombing) ditahun yang sama disamping acara Pocari Sweat Berburu Community Gathering (guest star: RAS MUHAMMAD) kota Medan yang diselenggarakan di pendopo USU (Universitas Sumatera Utara). Dan kelompok parodi camp19CREW tidak berhenti sampai disini saja masih banyak kreatifitas-kreatifitas yang ingin digali lagi sembari mewujudkan visi menjadi salahsatu komunitas seni dan kreatifitas terbesar dikota Medan khususnya. Untuk info perjalanan camp19CREW akan terus termodifikasi lebih aktual selama komunitas ini masih ada dan eksis di masyarakat dan bukan cerita kosong dan bualan semata karena bukti otentik tetap disertakan demi kebenaran sejarah.sas
Share this article :
 
Copyright © 2011. camp19CREW . All Rights Reserved
camp19CREW | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by satusisi. Inspire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger